Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyibak hijab, terutama bagi setiap orang yang berjalan menuju Allah (salik). Sebab ketika seseorang tidak mampu menyibak hijab, berarti selama itu pula dia tidak bisa lepas dari jeratan syirik, baik syirik jali (nyata) maupun syirik khafi (tersembunyi).
Jumat, 18 November 2011
MEMAHAMI : “MANUNGGALING KAWULA GUSTI”
Berikut saya nukilkan sebagian dari artikel Kejawen yang berjudul : Menggapai Wahyu Dyatmiko karya Ki Sondang Mandali untuk menambah pengetahuan kita.
Dalam ajaran Kejawen ada istilah “Manunggaling Kawula Gusti”. Hal ini sering diartikan bahwa menyatunya manusia (kawula) dengan Tuhan (Gusti). Anggapan bahwa Gusti sebagai personifikasi Tuhan kurang tepat. Gusti (Pangeran, Ingsun) yang dimaksud adalah personifikasi dari Dzat Urip (Kesejatian Hidup), derivate (emanasi, pancaran, tajali) Tuhan.
Hal ini bisa dilihat dari “Wirid 8 Pangkat Kejawen”
Dalam ajaran Kejawen ada istilah “Manunggaling Kawula Gusti”. Hal ini sering diartikan bahwa menyatunya manusia (kawula) dengan Tuhan (Gusti). Anggapan bahwa Gusti sebagai personifikasi Tuhan kurang tepat. Gusti (Pangeran, Ingsun) yang dimaksud adalah personifikasi dari Dzat Urip (Kesejatian Hidup), derivate (emanasi, pancaran, tajali) Tuhan.
Hal ini bisa dilihat dari “Wirid 8 Pangkat Kejawen”
MA;RIFAT
LAA ILAHA ILLALLAH...
Dalam serial artikel ”Mengisi Cangkir”, saya sudah mengupas tentang dimana titik awal Islam itu baru bisa kita mulai dengan nyaman. Titik itu adalah sebuah Ruangan Maha Besar, yang didalamnya sudah tidak ada apa-apa lagi yang bisa kita visualkan, bayangkan, dengarkan, rasakan, dan emosikan. RUANG SPIRITUAL. KEKOSONGAN MAHA BESAR yang meliputi segala sesuatu. Ya..., Sang Maha Meliputi...
Dalam serial artikel ”Mengisi Cangkir”, saya sudah mengupas tentang dimana titik awal Islam itu baru bisa kita mulai dengan nyaman. Titik itu adalah sebuah Ruangan Maha Besar, yang didalamnya sudah tidak ada apa-apa lagi yang bisa kita visualkan, bayangkan, dengarkan, rasakan, dan emosikan. RUANG SPIRITUAL. KEKOSONGAN MAHA BESAR yang meliputi segala sesuatu. Ya..., Sang Maha Meliputi...
CATATAN TENTANG ILMU
Sebagaimana kesudahan ruh manusia yang mampu melayang,
ia tiada melihat jalan lain selain menanggalkan semuanya,
termasuk menanggalkan "alas kaki"
kedua alas kaki itu adalah jasad dan jiwa
Langganan:
Postingan (Atom)